1. Bagaimana Git Berpikir: Snapshot, Bukan Delta
Sistem version control tradisional (seperti CVS atau SVN) menyimpan data sebagai daftar perubahan berbasis baris (delta-based version control). **Git memperlakukan datanya sebagai serangkaian *snapshot* dari seluruh file system mini** pada suatu waktu. Setiap kali Anda melakukan commit, Git mengambil foto keadaan seluruh file proyek dan menyimpan referensi ke snapshot tersebut via cryptographic hash (SHA-1/SHA-256).
2. Tiga Area Kerja Utama di Git
Untuk menguasai Git tanpa kebingungan, pahami 3 area kerja yang dilalui oleh setiap perubahan kode:
3. Siklus Perintah Esensial Sehari-hari
example.js
bash
| 1 | # 1. Memeriksa status file yang dimodifikasi, staged, atau untracked |
| 2 | git status |
| 3 | |
| 4 | # 2. Memasukkan file tertentu ke staging area |
| 5 | git add src/components/Button.tsx |
| 6 | |
| 7 | # 3. Melihat detail perbedaan kode yang belum di-stage |
| 8 | git diff |
| 9 | |
| 10 | # 4. Membuat commit snapshot dengan pesan deskriptif (Conventional Commits) |
| 11 | git commit -m "feat: add variant props to Neubrutalist Button" |
| 12 | |
| 13 | # 5. Melihat riwayat commit dalam format grafis ringkas |
| 14 | git log --oneline --graph |